Laga PSG-Lyon Dihentikan Sementara Akibat Teriakan Homofobik

Suasana di Parc des Princes sempat suram karena pertandingan antara Paris Saint Germain dan Lyon harus dihentikan sementara oleh wasit karena beberapa penggemar PSG meneriakkan hinaan homofobik selama pertandingan. Pertandingan sempat dihentikan tetapi kemudian dilanjutkan lagi dengan Paris Saint Germain yang menang 3-1 dan unggul 7 poin di puncak klasemen Ligue 1. 

Laga PSG-Lyon Dihentikan Sementara Akibat Teriakan Homofobik  

Pertandingan sepak bola liga Prancis antara Paris Saint-Germain dan Lyon sempat terhenti pada hari Minggu karena nyanyian homofobik oleh penggemar PSG.

Wasit Benoît Bastien menghentikan permainan pada menit ke-53 di Parc des Princes dengan tuan rumah PSG memimpin 2-1 setelah nyanyian terdengar.

Kapten PSG Achraf Hakimi menghampiri para penggemar di tribun Auteuil di belakang salah satu gawang untuk meminta mereka berhenti. Sebuah pesan yang mengingatkan para penggemar bahwa nyanyian diskriminatif dilarang kemudian ditampilkan di layar raksasa stadion. 

“Pertandingan itu bisa dihentikan atau bahkan kalah bagi klub,” bunyi pesan itu. Permainan akhirnya dilanjutkan setelah beberapa menit.

Insiden Serupa Makin Sering Terjadi di Ligue 1 

Nyanyian di Paris hanyalah yang terbaru dalam serangkaian panjang insiden serupa saat otoritas sepak bola Prancis berjuang mengatasi masalah tersebut.

Menteri Dalam Negeri Prancis Bruno Retailleau mengusulkan awal tahun ini bahwa pertandingan harus dihentikan ketika penggemar meneriakkan hinaan homofobik di stadion.  

Awal bulan ini, sebuah kelompok kampanye Prancis memperbarui seruan kepada pihak berwenang untuk mengambil tindakan terhadap nyanyian homofobik oleh penggemar sepak bola, dengan mengatakan pendukung Marseille meneriakkan hinaan anti-gay “dengan impunitas penuh” selama pertandingan kandang melawan Monaco. 

Penghinaan homofobik yang sering terdengar di pertandingan Ligue 1 telah lama ditoleransi oleh pejabat klub, dan otoritas sepak bola telah berjuang untuk menemukan cara yang tepat untuk menangani masalah tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *